Sukses Menjadi Wirausaha Muda, Siapa Takut?

Oleh: Astri Damaihati

Menurut riset, pada tahun 2020-2045 Indonesia akan mengalami bonus demografi. Bonus demografi yaitu suatu kondisi dimana jumlah penduduk produktif atau usia angkatan kerja (15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk yang tidak produktif (dibawah usia 14 tahun dan diatas usia 64 tahun). Pada kondisi tersebut, diperkirakan penduduk usia produktif akan mencapai 70 persen, dan pada saat itu dunia kerja akan ditempati oleh generasi milenial. Dalam hal ini diharapkan para generasi milenial mampu mengangkat perekonomian Indonesia.

Namun, apa saja kendala yang dihadapi para pemuda untuk memulai berwirausaha? Banyak faktor yang menghambat untuk memulai berwirausaha. Mereka sudah mempunyai ide usaha yang cukup matang dan terencana, namun sangat sulit untuk melakukannya. Biasanya hal tersebut dikarenakan mereka dikelilingi oleh toxic people yang memberikan stigma-stigma negative yang memberi pengaruh buruk terhadap pikiran mereka untuk memulai suatu usaha. Belum lagi kesibukan lain seperti sekolah atau berkuliah.

Biasanya para mahasiswa yang terjun dalam kewirausaan disamping kegiatan studinya, salah satu bidang yang ditekuninya mengalami hambatan sehingga kurang maksimal. Ada yang berfokus pada wirausaha dan kegiatan studinya terbengkalai. Setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Ada seseorang yang dapat bekerja multitasking ada juga yang tidak. Jika mereka memilih untuk berkuliah dan berbisnis secara bersamaan, tentunya memiliki konsekuensinya masing-masing yang mungkin disalah satu bidangnya akan sedikit teralihkan fokusnya. Dalam hal ini diperlukannya time management yang baik. Selain time management, dalam berbisnis tidak bisa kita lakukan sendiri maka dari itu lebih baik jika melakukan kolaborasi dengan orang-orang yang memiliki ahli dalam bidang tersebut sehingga dapat membagi porsi pekerjaannya dalam masing-masing bidang.

Untuk memulai suatu usaha, kita harus meluruskan niat. Niat tidak hanya untuk mengejar profit atau uang saja, melainkan juga agar dapat bermanfaat untuk orang lain. Selain itu, kita juga harus mampu untuk melihat berbagai peluang dari segala sisi. Untuk memulai suatu usaha, kita juga harus mempunyai komitmen. Belum lagi jika ingin memulai usaha ditengah kesibukan kuliah yang tentunya tidaklah mudah. Kita harus memiliki komitmen yang kuat agar usaha tersebut mampu terlaksana hingga sukses dan tidak berhendi di tengah jalan. Hal yang paling penting untuk memulai suatu usaha yaitu berani mengambil resiko dan tidak takut untuk gagal. Pada dasarnya, kegagalan merupakan sebuah proses untuk menuju kesuksesan. Jangan sampai saat mengalami kegagalan kita berhenti sampai pada tahap itu saja. Maka dari itu, untuk menjadi seorang wirausaha harus memiliki mental yang kuat dan pantang menyerah agar mampu menghadapi segala bentuk kegagalan dan menjadikannya motivasi untuk bangkit.

Lalu, bagaimana cara untuk konsisten terhadap usaha apa yang kita mulai? Untuk memulai suatu usaha tentunya harus konsisten, belum lagi jika membuat usaha ditengah kesibukan kuliah. Hal pertama yang harus dilakukan dalam memulai usaha tentunya membuat mindset yang baik dalam artian yang tidak mengarah ke hal yang negative. Dulu, banyak yang menganggap bahwa memulai suatu usaha atau berdagang merupakan hal yang memalukan. Namun, pada masa sekarang ini justru banyak usaha yang didirikan para generasi milenial yang tentunya sangat popular ditengah-tengah para remaja.

Saat menghadapi suatu masalah dalam usaha yang sedang dijalani, dibutuhkan fleksibelitas dan inovasi dari pengusaha untuk menghadapi masalah tersebut. Misalnya seperti pada sekarang ini, dunia sedang dihadapkan dengan situasi pandemic yang membuat usaha-usaha yang ada mengalami penurun pendapatan bahkan sampai gulung tikar. Disaat inilah pengusaha harus mengupayakan bagaimana cara agar usahanya tetap mampu berjalan di situasi yang sedang dihadapinya. Selain itu pengusaha juga harus mampu mencari peluang usaha lain, namun dasar yang menjadi utama tersebut tidak ditinggalkan. Misalnya kamu membuat suatu usaha, semakin berkembangnya zaman pastinya trend yang dihadapi silih berganti. Kamu bisa melakukan inovasi dengan memunculkan sesuatu yang sedang trend di kalangan masyarakat, namun bukan berarti mengubah jenis usaha kamu, melainkan menambah dan tidak meninggalkan apa yang sebelumnya.

Setelah membangun suatu usaha, mempertahankan konsumen juga penting. Untuk mempertahankan konsumen tentunya kita harus membuat konsumen agar tidak bosan pada produk yang kita buat. Kita juga harus memenuhi permintaan konsumen. Lalu, bagaimana cara mempertahankan konsumen agar tidak bosan? Hal pertama yang harus dilakukan yaitu terus melakukan inovasi yang mengikuti trend yang sedang terjadi di tengah masyarakat. Selain itu, kita juga harus membangun komunikasi kepada konsumen. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan promosi-promosi penjualan, maupun iklan. Dengan melakukan hal tersebut, para target konsumen tentunya akan mengetahui dan mengenal usaha yang kamu dirikan. Setelah terjalin hubungan komunikasi dengan konsumen, kita harus menjaga agar hubungan tersebut terus berjalan dengan baik dalam rentang waktu yang lama.

Jika kalian memiliki suatu ide untuk memulai sebuah usaha, maka lakukanlah dan jangan ditunda. Buat rencana berdasarkan ide tersebut secara matang, dan berkolaborasilah dengan orang yang kalian percaya dan mampu menjalasi usaha tersebut. Bagi waktu antara kegiatan kuliah dan mengurus usaha tersebut dengan baik agar tidak ada salah satu kegiatan yang terbengkalai. Berusahalah untuk focus dan menjaga komitmen pada kegiatan yang kalian jalani. Dan yang terpenting adalah nikmati proses dan jangan takut untuk gagal. Karena kegagalan merupakan suatu proses untuk menuju kesuksesan. Jadikanlah kegagalan sebagai suatu pelajaran untuk memperbaiki kedepannya. Lakukanlah, karena jika kalian tidak melakukannya maka kalian tidak akan tau apa yang akan kalian hadapi.


Artikel ini sudah diposting pada laman duniakampus40.net

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Informatif sekali, terima kasih artikelnyašŸ‘

    BalasHapus
  3. Bermanfaat bangett nih, ditunggu narasi selanjutnya

    BalasHapus
  4. Artikel yang bagus dan sangat bermanfaat

    BalasHapus
  5. artikel sangat bermanfaat, terimakasih

    BalasHapus
  6. Artikelnya sangat bermnafaat

    BalasHapus
  7. Bermanfaat sekali artikelnya

    BalasHapus
  8. Artikel yang sangat bermanfaat, terima kasih astri

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Milenial sebagai Digital Entrepreneur

Burung Enggang sebagai Inspirasi Seni