Burung Enggang sebagai Inspirasi Seni

Indonesia terdiri dari berbagai suku dan etnis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Salah satu pulau di Indonesia yaitu pulau Kalimantan. Kalimantan merupakan salah satu daerah di Indonesia yang dikenal dengan kekhasan seni dan budayanya, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Burung enggang adalah salah satu burung langka yang dilindungi di Indonesia.

Burung Enggang atau yang disebut juga Tingang, Rangkong, Julang, atau Kangkaren dapat dikatakan menjadi burung ciri khas Kalimantan. burung Enggang juga dikeramatkan oleh suku Dayak dan sangat menghormati burung Enggang. Hampir di setiap bagian tubuh burung Enggang dijadikan simbol kemuliaan serta selalu disimbolkan dalam benda yang digunakan dalam keseharian masyarakat suku Dayak mulai dari rumah adat, baju adat, atau bahkan tato yang berlambangkan burung Enggang.

Burung Enggang sendiri memiliki makna mendalam bagi masyarakat Kalimantan khususnya masyarakat suku pedalaman, diantaranya yaitu burung Enggang memiliki makna seorang pemimpin, burung Enggang memiliki makna kasih sayang dan kesetiaan, makna kemakmuran, makna persatuan dan kesatuan, dan bermakna pelindung bagi masyarakat suku Dayak.

Kenapa burung Enggang?
  1. Burung Enggang hanya hinggap di tempat yang tinggi seperti pohon-pohon tinggi atau gunung-gunung. karena hal inilah burung Enggang disimbolkan layaknya seorang pemimpin yang berada di tempat tertinggi.
  2. Burung Enggang merupakan sosok hewan yang setia.
  3. Burung Enggang bersuara sangat keras. Suara yang dibunyikan burung Enggang sebagai tanda persiapan untuk terbang. Suara keras dari Enggang ini dilambangkan perintah pemimpin yang selalu didengar.
  4. Burung Enggang memiliki sayap yang tebal dan juga ekor yang panjang. Sayapnya yang tebal dilambangkan sosok pemimpin yang akan melindungi rakyatnya dan ekornya yang Panjang dilambangkan kemakmuran rakyatnya.
  5. Burung Enggang tidak makan di tanah.

Burung Enggang
Sumber: boombastic.com

Selain barang-barang yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari suku Dayak, burung Enggang ini juga dijadikan sebagai inspirasi budaya dalam bentuk tarian Kalimantan yaitu Tari Burung Enggang atau Tari Enggang.
  
Tari Enggang biasanya dibawakan gadis-gadis suku Dayak dengan menggunapakan pakaian adat yang dilengkapi aksesoris dengan bulu Enggang. Selain sebagai penghias pakaian, bulu Enggang itu juga digunakan sebagai property tari yang disisipkan di jari dengan menggunakan cincin. Tari Enggang diiringi dengan music tradisional suku Dayak yaitu smampe, gendang, dan gong. "Sampe" adalah alat musik petik khas Dayak Kenyah yang dimainkan dengan di petik seperti gitar tetapi menggunakan jari-jari kedua tangan sekaligus. Bagi masyarakat suku Dayak, alat musik Sampe berfungsi untuk mengekspresikan perasaan gembira, rasa sayang, kerinduan, bahkan duka, alat musik khas Dayak ini tidak hanya dimainkan pada saat acara adat saja namun juga dalam keseharian mereka.

Tarian ini biasa dibawakan saat ada upacara adat seperti penobatan, pernikahan, bahkan sebagai pemujaan pada deqa-dewa. Selain itu tarian ini juga biasa dibawakan saat penyambutan tamu-tamu penting. Namun seiring berkembangnya zaman, tarian ini juga sering dibawakan pada acara-acara kebudayaan.

Mengutip dari negerikuindonesia.com, Menurut kepercayaan masyarakat suku Dayak Kenyah, nenek moyang mereka berasal dari langit yang turun ke bumi menyerupai Enggang. sehingga, Tari Enggang dianggap sebagai suatu penghormatan terhadap para leluhur mereka. Burung Enggang memang sangat dimuliakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah. Bulu-bulu burung Enggang selalu memegang peranan yang penting pada setiap upacara adat dan tariannya. Selain itu, bentuk burung Enggang juga banyak terdapat pada ukiran tang dibuat oleh masyarakat Dayak.

Tari Enggang tidak hanya populer di Indonesia saja loh.

Tari Enggang juga banyak dibawakan dalam Misi Budaya baik di Asia, Eropa, maupun Amerika. Tarian ini juga pernah memperoleh Juara Umum mengalahkan 16 negara pada acara "Poland Caravan Culture Festival International 2016" yang digelar di Polandia pada 5-10 Desember 2016. Pada saat itu, tari enggang dibawakan oleh Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADKT) bersama Sanggar Nona Asri Indonesia.


Kejuaraan Indonesia dalam Poland Caravan Culture Festival International 2016
Sumber: merdeka.com

Tari Ulun Enggang yang dibawakan oleh Liga Tari UI dalam misi budaya Eropa
sumber: Krida Budaya



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sukses Menjadi Wirausaha Muda, Siapa Takut?

Generasi Milenial sebagai Digital Entrepreneur